Kumpulan Puisi Selamat Hari Kartini 21 April – Ibu RA Kartini. Semua pasti sudah mengenal sosok ibu kita Kartini atau R.A. Kartini dimana sosok pahlawan wanita ini selalu diperingati sebagai hari Kartini setiap tanggal 21 April.
Raden Ajeng Kartini atau kadang disebut juga Raden Ayu Kartini yang memiliki nama timur (julukan nama kecil) TRINIL karena kegesitan dan kebebasannya dalam bergerak ini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Dan setiap tanggal 21 APRIL diperingatilah sebagai hari Kartini.
Kami akan menghadirkan kumpulan puisi menyambut Hari IBU RA Kartini 21 April yang berjudul “IBU” dan “Aku Perempuan Indonesia”. Puisi “Ibu” pertama adalah karya Rifky Nur Ahdini dan yang kedua karya Windu Hernowo. Sedangkan Aku Perempuan Indonesia adalah karya Hj Rr Titi Isnani Djoko M.
Dua Puisi berjudul “Ibu” dan sebuah puisi berjudul Aku Perempuan Indonesia ini kami publikasikan kembali dalam rangka menyambut serta memperingati Hari Kartini yang jatuh pada setiap tanggal 21 April ini.
Puisi Selamat Hari Kartini 21 April – Ibu Raden Ajeng Kartini
Berikut ini adalah kumpulan puisi selamat hari kartini 21 april yang dapat Anda jadikan contoh ucapan selamat hari kartini atau sekedar berterima kasih kepada ibu kita:
Ibu
Tak henti – hentinya aku mengucap syukur karena telah memiliki sosok ibu sepertimu
Kau rela memperjuangkan hidup dan matimu untuk melahirkanku kedunia ini
Rela menjagaku selama 9bln meski masih dalam kandungan
Dan rela menyitakan waktumu hanya untuk membesarkan dan mendidikkuIbu.. Kasih sayangmu tak kan bertepi
Kepedulianmu selalu di hati
Kau pelipur lara yang kan abadi
Jiwaku hilang jika tanpamu
Baktiku hanya untukmu
Ketulusan hatiku kan ku lakukan hanya untuk membuatmu tersenyumMeski lakuku selalu membuatmu sedih
Namun kau selalu mendoakan ku dalam setiap doa yang kau panjatkan
Kasih sayangmu tak kan bisa di bayar dengan uang
Kehadiranmu tak kan bisa di gantikan
Kebahagiaanmu adalah obat untuk langkah hidupkuIbu.. kau selalu mengajarkan kebaikan untukku
Kau selalu mengingatkan ku jika ku berlaku dan berucap salah
Belaian kasihmu mampu mendamaikan hatiku
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan pada malaikat kecilmu ini
Selamat hari ibu
Semoga Tuhan selalu menjaga ibuby Rifky Nur Ahdini
Puisi hari Kartini kedua juga berjudul ibu, silakan dibaca dan disimak…
Ibu
Waktu ku bersamamu, ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungku
Ibu akan memilih mengandungku…
Kata ibu karena dalam mengandungku ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah
Sembilan bulan bu,,,, Aku hidup di perut ibu
Ku selalu ikut kemanapun ibu pergi
Aku ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan
Aku menendang rahim ibu ketika aku merasa tidak nyaman, karena ibu kecewa dan berurai air mata…
Ibu………..,
Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar, atau ibu harus berjuang melahirkanku
Maka ibu memilih berjuang melahirkanku
Kata ibu karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranku
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Kata ibu karena kedahsyatan perjuanganku untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua kata ibu
Melihat diriku keluar, ibu tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit ,
Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun
Dan ketika aku hadir, tangisku memecah dunia
Saat itulah… kata ibu, saat paling membahagiakan
Kata ibu Segala sakit & derita sirna melihat diriku yang merah,
Mendengarkan ayahku mengumandangkan adzan,
Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita Rasulullah di telinga mungilkuu
Ibu………….
Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah, atau harus bangun tengah malam untuk menyusuiku,
maka ibu memilih menyusuiku,
Kata ibu karena dengan menyusuiku ibu telah membekali hidupku dengan tetesan-tetesan dan tegukan tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanku didada ibu dalam kantuk ibu, kata ibu dalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan
Ibu……
Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemaniku menempelkan puzzle
Maka ibu memilih bermain puzzle denganku
Tetapi buuuu……..…
Hidup memang pilihan ….
Jika anakmu ini terjerumus dalam pilihanku sendiri, ibu merasa sedih, sepi dan merana
Ya Allah, aku tiada pernah menimbang semua dosaku kepada ibu……..
Maka maafkanlah bu …
Maafkan anak ibu ini yang tidak pernah memikirkanmu….
Ku tahu ibu tiada pernah berbuat dosa, tapi ampunilah ibuku dengan segala dosanya….
Hanya Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang…………..
Dan Maha Pengampun……………
Subhana robbika Robika Robbi izzati amma yasifun…………
Wassalamun ala mursalin…………………………………..
Walhamdulillahirobbil ‘Alamin………………..
by Windu Hernowo [http://www.kompasiana.com/winduhernowo]
http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2012/04/16/puisi-hari-kartini-ibu/
Dan puisi hari Kartini yang terakhir adalah “Aku Perempuan Indonesia” yang dapat Anda baca di bawah ini:
Aku Perempuan Indonesia
Aku memiliki Ibu Kartini
Dewi Sartika aku miliki
Cut Nya’ Dhien aku punyai
Tauladan mereka, budi pekerti, peduli, perjuangan dan emansipasi,
Lalu, aku siapa …, aku siapa ….., aku ini siapa…..
Aku bangga menjadi perempuan Indonesia
Karenanya, aku ingin menjadi seperti melati
Biar kecil, tetapi harum mewangi
Aku ingin seperti matahari
Biarpun menyinari sepanjang hari Tetapi tidak pernah minta diberi
Aku ingin seperti emas intan atau berlian
Biar diletakkan di manapun tetapi tetap bernilai
Serta, tak akan pernah rentan oleh zaman
Aku ingin seperti lapis pohon
Biar semakin tua tetapi semakin kuat
Aku ingin seperti pohon kelapa
Di mana akar, batang, daun, bunga buahnya bermanfaat, bahkan tangkai
daunnya pun bisa menghilangkan noktah
Aku ingin menjadi hamba yang peka
Biar ketika ada hamba yang terlunta
Aku segera memeluknya
Aku ingin menjadi manusia sejati
Biarpun ada salah tetapi akan terus memperbaiki diri
Aku ingin menjadi hamba yang bertaqwa
Biarpun berat, tetapi tetap tegar kuat
Aku ingin menjadi hamba yang berjiwa tenang
Biar ketika menghadap Sang Khaliq, dalam khusuk ikhlas dan tenang ….
Dan aku ingin menjadi jiwa yang beruntung
Biarpun telah tiada tetapi tetap meninggalkan tiga perkara;
Ilmu yang bermanfaat,
Amal yang terus mengalir kebaikannya,
Serta anak sholeh dan sholehah
Bisakah aku menjadi demikian
Bisakah aku menjadi demikian
Bisa ……….. bisa …….. dan….. insya Allah bisa
Karena aku perempuan Indonesia!
by Hj Rr Titi Isnani Djoko M
http://regional.kompas.com/read/2011/04/17/15461932/Puisi.Titi.Isnani.di.Hari.Kartini
Semoga 3 kumpulan puisi selamat hari Kartini di atas dapat menginspirasi Anda untuk menjadi Kartini-Kartini baru di era modern seperti saat ini.
SELAMAT HARI KARTINI 21 APRIL. TERIMA KASIH IBU R.A. KARTINI…


